Satu bulan yang lalu gue menulis tentang take off –note fesbuk,29/6/09.red– , suatu peristiwa yang penuh sensasi menyenangkan. Setiap kali take off, sebenarnya adalah suatu perjudian untuk peristiwa landing, apakah akan landing dengan baik atau buruk, dan itu juga sebenarnya alasan mengapa gue selalu memlilih untuk tidur setelah take off, biar gue ga mikirin tentang dua pilihan itu, que siera siera what will be will be, terjadi terjadilah….
Tiga minggu yang lalu, gue take off seperti biasa. Tak seperti biasanya, gue ga begitu menikmati sensasi itu -waktu itu gue pikir karena emosi gue kosong, begitu banyak hal yang gue cintai harus gue tinggalkan untuk sebuah take off yang gue tahu; entah bagaimana landing yang akan terjadi- waktu itu pesawat terlalu sering terguncang dan sewaktu pesawat berputar-putar ga jelas alias yang mestinya landing tapi belum bisa landing, tiba-tiba ada suara telepon selular berdering nyaring, gue langsung melotot dan pengen banget ngelabrak tuh bapak-bapak yang boro-boro ngerasa bersalah karena ngelanggar aturan, malah jumawa dan sok penting gitu. akhirnya pesawat landing, dan gue turun dari pesawat disambut hujan yang bikin gue berlari-lari menuju bandara kecil berjudul depati amir. gue landing…landing yang gue tahu ga terlalu bagus, dan ternyata yang gue belum tahu bahwa landing ini adalah landing yang sangat buruk.
Take off ; sebuah sensasi harapan dan semangat, dan landing; sebuah kenyataan yang harus dihadapi, baik atau buruk, selamat atau celaka.
Gue landing darurat di sebuah rawa yang berkabut tebal, gue ga bisa melihat siapa tim sar, siapa siluman penghuni rawa itu. gue harus berjuang untuk dapat bertahan membela hak gue, bertahan untuk bertanya apa salah gue hingga gue dijerumuskan dalam kabut tebal ini…tapi siluman-siluman itu memang siluman keparat.
Tuhan memberi manusia kemampuan berpikir untuk bisa memahami rencananya…. maka gue bakal mencoba menggunakan fasilitas itu. gue udah meninggalkan semua yang gue cintai, kerjaan yang menyenangkan, teman-teman, kehidupan gue, bahkan seseorang yang gue anggap paling masuk akal untuk masa depan gue. dan sekarang gue ga punya kerjaan rutinitas, terdampar tak dihargai bagai tkw ilegal, kebanyakan tidur, berkostum daster butut berpeluh dan berteman kompor bagai emak-emak -but, i don’t know i feel sexy- OMG, apa yang terjadi dengan gue, nista banget…tapi, gue udah janji mau menggunakan fasilitas yang udah tuhan berikan tadi…..gue rasa allah cemburu, karena gue selalu sibuk, walo gue jarang banget ninggalin solat, gue sering solat mepet dan sering memusafirkan diri. bersyukur kalo dicemburuin, berarti dia peduli ama gue…. terus, karena gue terdampar, gue bisa ketemu dengan sobat lama gue, dan berbagi banyak banget cerita, dan gue ngerasa dia luar biasa –gue selama ini pede dengan kemandirian dan perjuangan gue, ternyata belum ada apa-apanya– lima tahun ia survive dengan siluman-siluman berwujud orang yang siap ngegigit kapan aja, tinggal sendirian dengan keadaan terbatas, sementara gue punya lima tahun yang tadinya gue rasa berat dan banyak memberi pelajaran hidup, cuma episode-episode spongebob yang paling heboh juga dijutekin squidward atau dimamfaatin tuan krab dan masalah krabby patty yang kurang cantik, just that….selebihnya lima tahun yang cukup menyenangkan, pengalaman bisa berada di tempat-tempat nyaman kayak hotel-hotel bintang 5, kafe-kafe cantik, menghasilkan karya-karya yang sesuai hasrat gue, dating with some nice guys, serta bertemu dengan orang-orang luar biasa dan menyenangkan.
Inikah yang ingin kau tunjukkan dan ajarkan ke gue? dan gue adalah lemah, tolong terus bimbinglah gue untuk bisa menggunakan fasilitas yang kau berikan ini untuk bisa memahami rencanamu yang paling indah yang sangat gue yakin itu….
p.s terima kasih untuk cintamu yang kau kirim lewat dua orang sahabat gue disana, mereka lah pelampung yang bikin gue ga sampai tenggelam dalam rawa itu. luv you…