Posted by: vremya | June 25, 2008

Titik…Titik…

melting time

Ia bergerak dan berpacu
hari ini ia tiba lagi pada titik penambahan
dan pengurangan bagiku
penambahan deret usia
pengurangan waktu kebersamaan
halus dan kasarku.
Ia bergerak dan berpacu
mengambil titik demi titik.
Mungkin titik-titik yang tersisa
hanya 1/2 dari seluruh titik milikku
mungkin juga 1/4 atau bahkan
hanya 1/10 saja.
Bergerak dan berpaculah
gerakkan dan pacu aku
memutihkan titik-titik hitamku
‘tuk menerangi waktu yang tiada kan habis kelak.

-rasp- vremya

Posted by: vremya | October 21, 2009

21 hari

abstrakHari ke 21 gue kerja di kantor baru… kok gue nulis di hari ke 21? jawabannya biar keren aja mirip-mirip nama bioskop -ga ada hubungannya sama sekali deh hehe-
baru 21 hari, berasa kayak udah lama banget gue kerja di sini, no wonder seh… sebelumnya gue udah kenal ama beberapa orang di sini. gue kembali lagi ke suasana kerja seperti sebelumnya, bedanya kantor ini jauh lebih banyak orang-orangnya dibanding dulu.
di gedung kantor ini gue punya tempat favorit, di sudut tempat bak cucian pantry dimana pas gue nyuci mug gue bisa liat dari jendelanya pemandangan sebuah gang yang menurut gue eksotis. di gang itu masi ada rumah-rumah panggung, anak-anak yang berlarian, motor-motor yang lewat, tiang-tiang listrik, jemuran. dan ada 1 jendela lagi yang jadi favorit gue, jendela di ruang meeting lantai 3, gue bisa ngeliat jembatan ampera, monumen, dan menara masjid agung, lukisan palembang herritage
21 hari gue disini, kantor ini jauh lebih menyenangkan dari suasana di kantor di pulau bertragedi beberapa waktu yang lalu. of course…management di kantor ini berisi orang-orang profesional, dan terlepas dari beberapa ketidakpuasan yang beredar, sang owner paling tidak orang berpendidikan (sekali lagi tak ada gading yang tak retak, in other words tak ada yang sempurna), yang patut gue syukuri, di sini tak ada direktur (owner jadi2an) yang otaknya berisi limbah timah, tak ada wanita bergincu merah, tak ada anjing penjilat dan tak ada bapak berwarna abu-abu… 21 hari ini cukup menyenangkan dengan gm (yang walo agak aneh) tapi smart dan baik dan gue cukup menyayanginya, manager yang baik dan teman-teman seruangan yang menyenangkan. tapi… gue kok belum berhasil merasa betah tinggal lagi di kota kelahiran gue ini ya? apa karena gue agak shock dengan culture dan attitude orang-orang yang harus gue hadapi dalam pekerjaan gue, benar-benar membuat gue harus belajar beradaptasi dan bersabar…. tapi rasanya terlalu dangkal kalau alasan tantangan itu yang bikin gue ngerasa ga betah, jadi apa donk? ntah lah…
21 hari gue di kantor ini disela-sela tugas gue sebagai satpol pp, sehari-hari waktu gue diisi dengan kegiatan tertawa, hepi… tapi tetap merasa ga betah, merasa gue hanya sementara di sini…padahal setelah lebih dari 80 hari gue kehilangan meja kerja, kopi dan sarapan di depan komputer, membuat gue bersemangat di hari pertama gue kerja, dan hari-hari berikutnya juga gue tetap bersemangat, tapi tetap gue merasa ga betah, gue merasa sementara di sini…

rasa yang aneh dan semakin aneh, mungkin gue memang aneh… mungkin karena keanehannya telah mengalihkan dunia gue (dasar orang aneh yang ga kreatif, pake produknya ga tapi nyontek tag line nya, yaa…ga apa-apa deh dari pada ga sama sekali)–> paan seh, dasar orang aneh…uuh sialnya gue selalu tertarik dengan orang aneh, jangan-jangan keanehan itu lah yang bikin gue sekarang ngerasa ga betah di sini, gue ngerasa dia ada di sana makanya gue ga betah di sini, gue baru dapat alamat baru yang gue cari walo belum lengkap banget makanya gue masi bingung gimana cara bisa nyampe ke sana, mana sabtu kerja pula…
duh nulis apaan seh ini, makin ngaco deh… :l

Posted by: vremya | October 15, 2009

sang manager dan viagra pilihannya

viagratadi siang gue diajak bos gue ketemu dengan salah satu klien kami, sebuah toko buku yang tidak menjadi favorit gue karena beberapa alasan yang masuk akal, antara lain ; karena serba ga lengkap dalam hal apa pun terlebih-lebih dalam hal buku-buku terbaru.
kemarin gue jengkel, karena ada pasal perjanjian ekslusif untuk toko buku itu bahwa kami tidak boleh bekerjasama dengan toko buku lain, dan pasal itu juga membuat gue ga bisa menerima penyewa pameran buku walau dari penerbitan. makanya gue ga mau menyerah, gue layangkan surat izin sesuai dengan saran manager gue…dan jawabannya keberatan karena takut omzet mereka turun. pertanyaannya apa kalo ga ada pameran buku lain omzet mereka naik? jawabannya tidak juga…
dan siang tadi gue semakin jengkel setelah bertemu dan mengobrol dengan sang manager toko buku itu.
waktu gue ama bos gue sharing tentang cara yang mungkin bisa menaikkan awareness atau pengunjung toko buku itu, dia menanggapinya dengan pesimisme…mungkin sang manager sadar kalo apa yang dia dengar bisa jadi alternatif yang cukup menarik tapi berhubung gue cuma karyawan yang berbicara itu di depan bos gue dan dia sang manager sebuah toko buku…
padahal kita belajar banyak hal tidak hanya dari hal-hal hebat. satu lagi yang membuat jengkel, sang manager kekeuh bilang nyalahin waktu gue bilang BIP juga masi satu grup sama gramedia-kompas, hanya demi respect gue ke bos gue aja gue terpaksa pake topeng bertema “trying to be nice”.
sang manager ini impoten, dan dia memilih viagra “tak menerima kompetitor” padahal viagra “ada kompetitor” akan membuat ia bisa lebih perkasa. sang manager sadar ada keterbatasan tapi ia memilih berpikir untuk menyalahkan faktor lain bukan berpikir bagaimana cara meminimize keterbatasan itu….
sang manager sadar kalo impoten, tapi dia ga sadar kalo sekarang banyak pilihan viagra…dan tak perlu malu kalo harus membeli dildo….

-ini palembang, bung!
15/10/09

Posted by: vremya | August 26, 2009

kita

movie_picture
hanya sebuah cerita
ini bukan cinta seperti kemarin
kupu-kupu yang berputar-putar untuk pertemuan pertama
virus yang meluluhlantakkan tulang
atau gairah yang membakar jiwa

hanya sebuah cerita
tentang rasa nyaman
berbagi semua cerita
ini bukan cinta, tapi
sesuatu yang jauh lebih mapan.

kalau boleh
ingin ku isi titik-titik yang kau berikan semalam
dengan kata “kita”
dan jawaban untuk tanda tanya dibelakang 3 kata itu;
“akan mengisi waktu yang tersisa”
-rasp-

Posted by: vremya | August 13, 2009

setelah siaran show michael jackson

039_30399michael-jackson-posters Tak pernah bosan melihat siaran show michael jackson, ia memang layak disebut mega bintang,   karyanya yang benar-benar total memberikan karya terbaik yang membuat ia menjadi mega bintang. konsep panggung pertunjukan dan koreografi yang total keren –andai gue punya kesempatan terlibat dalam tim itu, wow…pengen banget– *mupeng mode on*

melihat siaran show michael jackson, jadi ingat kerjaan gue sebelumnya… kerjaan yang menurut emak gue ga keren banget, coz kerjaan yang keren versi emak gue tuh kerja di bank dengan seragam rapih elegan bermake-up sepanjang masa, mature (kata ini interpretasi gue sendiri dari analisis ekspektasi emak gue yang terlihat dari kata-katanya dalam bahasa krinjing). satu lagi seh kerjaan keren versi emak gue, pns…lambang supremasi kemapanan hidup di dunia, lebih parah lagi kalo ine gue (baca nenek.red.) masi ada, bakal disuruh kawin ama laki-laki pns. fiuuhhh…sementara hingga saat ini laki-laki yang berprofesi pns yang menurut gue sexy baru satu orang aja, itu pun ia gue anggap sexy jauh sebelum ia menjadi pns.

kenapa ya kerja di bank atau pns itu keren di mata emak dan ine gue? karena pake seragam gitu? hmmm…kantor gue dulu juga pake seragam kok, lebih keren dan tampak kreatif malah… kalo gue cerita tentang kerjaan gue dulu, emak gue pasti bilang, kerja ga jelas…. emang seh, kerjaan gue kadang bikin cape, begadang ampe pagi, kadang tidur terkapar di bawah langit, teronggok manis di antara tumpukan property, nangkring ama satpam-satpam, tukang warung, tukang ojek. tapi gue ngerasa kerjaan kayak gitu menyenangkan banget, hampir selalu mengerjakan suatu hal yang berbeda, kenal dengan orang-orang dari berbagai jenis, lebih inspiratif daripada harus selalu rapih dalam seragam cantik, dengan senyum template, ga gue banget deh…. andai emak gue bisa ngerasain kebanggaan gue setelah gue dan temen-temen abis nyelesein sebuah kerjaan yang kami anggap sebuah karya.

gara-gara nonton siaran show michael jackson, gue belum bisa tidur sampai sepagi ini…dan gue kangen kerjaan gue yang belum sebulan gue tinggalin. tadinya berdasarkan rencana gue udah bisa membuat sebuah karya baru tapi ternyata tidak sesuai rencana, apa boleh buat akhirnya hari-hari gue ber-theme song lagu alm. mbah surip ‘bangun tidur’… gue belum bisa tidur sepagi ini sebenarnya karena efek tadi siang kebanyakan tidur dan sedang mempertimbangkan tawaran kerja baru, agak mirip dengan kerjaan gue yang lama, gue tertarik banget tapi justru point yang membuat gue tertarik sekaligus juga menjadi pertimbangan terbesar gue saat ini… pindah-pindah kota…hhh sebenarnya ini soal timing yang ga tepat, saat ini gue pengen kerjaan yang settle di suatu tempat –bukan berarti gue pengen kerja di bank atau jadi pns ya–  pertimbangan ini ada hubungannya dengan moment gue ngerasa sexy dengan berdaster butut dan kegiatan ngoprek-ngoprek kompor, atau moment gue ngeliatin kinar ponakan gue yang lagi tidur dan moment gue bernyanyi “what color you see” dengan zio ponakan gue tersayang yang lainnya.

ternyata, sebenarnya gue sedang benar-benar kembali sibuk mencari alamat rumah yang dari kemarin mulai gue tandai di peta yang gue punya. dan kesibukan ini ada hubungannya dengan moment gue ngerasa sexy dengan daster butut dan kegiatan ngoprek-ngoprek kompor, dan moment memandang kinar yang sedang tidur serta bernyanyi “the color i see” bersama zio… gue semakin sibuk bertanya alamat rumah itu kepadanya biar gue dapat kerjaan yang sebenarnya paling gue pengen saat ini disana.


Posted by: vremya | August 9, 2009

Landing

landingSatu bulan yang lalu gue menulis tentang take off –note fesbuk,29/6/09.red– , suatu peristiwa yang penuh sensasi menyenangkan. Setiap kali take off,  sebenarnya adalah suatu perjudian untuk peristiwa landing, apakah akan landing dengan baik atau buruk, dan itu juga sebenarnya alasan mengapa gue selalu memlilih untuk tidur setelah take off, biar gue ga mikirin tentang dua pilihan itu, que siera siera what will be will be, terjadi terjadilah….

Tiga minggu yang lalu, gue take off seperti biasa. Tak seperti biasanya, gue ga begitu menikmati sensasi itu -waktu itu gue pikir karena emosi gue kosong, begitu banyak hal yang gue cintai harus gue tinggalkan untuk sebuah take off yang gue tahu; entah bagaimana landing yang akan terjadi- waktu itu pesawat terlalu sering terguncang dan sewaktu pesawat berputar-putar ga jelas alias yang mestinya landing tapi belum bisa landing, tiba-tiba ada suara telepon selular berdering nyaring, gue langsung melotot dan pengen banget ngelabrak tuh bapak-bapak yang boro-boro ngerasa bersalah karena ngelanggar aturan, malah jumawa dan sok penting gitu. akhirnya pesawat landing, dan gue turun dari pesawat disambut hujan yang bikin gue berlari-lari menuju bandara kecil berjudul depati amir. gue landing…landing yang gue tahu ga terlalu bagus, dan ternyata yang gue belum tahu bahwa landing ini adalah landing yang sangat buruk.

Take off ; sebuah sensasi harapan dan semangat, dan landing; sebuah kenyataan yang harus dihadapi, baik atau buruk, selamat atau celaka.

Gue landing darurat di sebuah rawa yang berkabut tebal, gue ga bisa melihat siapa tim sar, siapa siluman penghuni rawa itu. gue harus berjuang untuk dapat bertahan membela hak gue, bertahan untuk bertanya apa salah gue hingga gue dijerumuskan dalam kabut tebal ini…tapi siluman-siluman itu memang siluman keparat.

Tuhan memberi manusia kemampuan berpikir untuk bisa memahami rencananya…. maka gue bakal mencoba menggunakan fasilitas itu. gue udah meninggalkan semua yang gue cintai, kerjaan yang menyenangkan, teman-teman, kehidupan gue, bahkan seseorang yang gue anggap paling masuk akal untuk masa depan gue. dan sekarang gue ga punya kerjaan rutinitas, terdampar tak dihargai bagai tkw ilegal, kebanyakan tidur, berkostum daster butut berpeluh dan berteman kompor bagai emak-emak -but, i don’t know i feel sexy- OMG, apa yang terjadi dengan gue, nista banget…tapi, gue udah janji mau menggunakan fasilitas yang udah tuhan berikan tadi…..gue rasa allah cemburu, karena gue selalu sibuk, walo gue jarang banget ninggalin solat, gue sering solat mepet dan sering memusafirkan diri. bersyukur kalo dicemburuin, berarti dia peduli ama gue….  terus, karena gue terdampar, gue bisa ketemu dengan sobat lama gue, dan berbagi banyak banget cerita, dan gue ngerasa dia luar biasa –gue selama ini pede dengan kemandirian dan perjuangan gue, ternyata belum ada apa-apanya– lima tahun ia survive dengan siluman-siluman berwujud orang yang siap ngegigit kapan aja, tinggal sendirian dengan keadaan terbatas, sementara gue punya lima tahun yang tadinya gue rasa berat dan banyak memberi pelajaran hidup, cuma episode-episode spongebob yang paling heboh juga dijutekin squidward atau dimamfaatin tuan krab dan masalah krabby patty yang kurang cantik, just that….selebihnya lima tahun yang cukup menyenangkan, pengalaman bisa berada di tempat-tempat nyaman kayak hotel-hotel bintang 5, kafe-kafe cantik, menghasilkan karya-karya yang sesuai hasrat gue, dating with some nice guys, serta bertemu dengan orang-orang luar biasa dan menyenangkan.

Inikah yang ingin kau tunjukkan dan ajarkan ke gue? dan gue adalah lemah, tolong terus bimbinglah gue untuk bisa menggunakan fasilitas yang kau berikan ini untuk bisa memahami rencanamu yang paling indah yang sangat gue yakin itu….

p.s terima kasih untuk cintamu yang kau kirim lewat dua orang sahabat gue disana,  mereka lah pelampung yang bikin gue ga sampai tenggelam dalam rawa itu. luv you…

Posted by: vremya | July 7, 2009

I wish

hope“I wish I could see through your eyes so I would know what you like to see. I wish I knew your    wishes, so I could give you everything you want. I wish I dreamed the same dreams you do, and together we could make them come true. I wish I knew what makes you happy, so I could make you the happiest person in the whole world. And lastly, I wish I were a cell in your blood, so I would be sure I was somewhere in your heart.”

for you i wish….

Posted by: vremya | May 30, 2009

Di mana letak rumah itu…

imagesAku sedang mencari sebuah alamat rumah.

aku pernah melihat rumah itu dari sebuah gambar yang terlukis bersama alamat yang diberikan kepadaku.

aku terlalu sibuk untuk mencari alamat itu pada siang hari selalu senja yang mengingatkan bahwa waktu akan gelap,

bila aku mencari, aku seringkali terjebak dalam labirin, ku tersandung, terpojok, tersesat.

ku peluk diriku sendiri, rumah itu ada di dalam mataku yang terpejam dan saat ku buka mataku, rumah itu lenyap. di mana arah yang benar untuk menuju rumah itu?

Polarisku… tolong tunjukkan arah menuju rumah itu.
-rasp-

Posted by: vremya | May 20, 2009

Pinjami Aku Lagi

love Mimpiku tak pernah hilang
Selagi aku masih bisa tertidur dan terbangun
Senyumku masih untuk matahari yang datang
Selagi aku masih dipinjami mimpi indah di sela mimpi buruk
Aku toreh satu persatu aksara untuk sebuah kata yang bermakna namamu untuk permohonan mimpi indah yang mungkin akan dipinjamkannya lagi untukku…

Aku beranikan diri jatuh cinta kepadamu
Seperti nelayan yang pergi melaut
berbekal bintang utara

-rasp-

semalam aku bercerita kepadamu (tanpa ku bercerita pun kau pasti sudah tahu), bahwa aku jatuh cinta kepada seseorang yang ku kenal pada bulan maret yang lalu, tapi aku juga bercerita bahwa tiba-tiba aku sangat rindu akan cintaku yang telah terbaring tenang di bawah batu nisan keempat. hanya kau tempat ku bercerita, hanya kau yang bisa memberiku bintang utara untuk harapanku, hanya kau tempat ku berharap karena aku, dia dan rasa yang indah ini milikmu…

Posted by: vremya | March 18, 2009

Namanya Imas

imagesNamanya Imas, dia cuma lulusan sekolah rakyat zaman dulu dan profesinya tukang pijat, sesekali ambil makloon masangin payet kerudung sebagai tambahan. Pekerjaan lainnya sebagai guru ngaji yang sebenernya bukan kerjaan tapi pengabdian.

Kenapa gue sampai menulis tentang perempuan bernama imas ini… gue kagum dengan perempuan ini. pendidikan formil dia rendah, tapi gue selalu menikmati mendengarkan cerita-ceritanya. episode-episode kehidupan yang cukup inspiratif. satu cerita dia yang gue ingat, sewaktu orang-orang disekitar rumahnya protes karena dia menerima tamu perek padahal dia guru ngaji, dia menjawab.. kita akan lebih berguna menunjukkan jalan untuk orang yang sedang tersesat mencari jalan yang dia ga tahu daripada kita memberitahukan alamat ke orang yang sudah tahu jalannya… harusnya para kiyai merangkul mereka yang tersesat kayak perek murahan, penjahat dan sejenisnya bukan cuma memberikan ceramah di komplek-komplek mewah dengan ibu-ibu bersanggul tinggi dan berkerudung versace… hmm, tapi mungkin mereka juga masih tersesat seh buktinya masih lomba-lombaan penampilan gitu hehe…tapi bedanya mereka bisa manggil kiyai mahal dan terkenal :D

Perempuan bernama imas itu sudah ngajarin gue kalau belajar itu bukan cuma dari hal-hal yang baik dan hebat. dengan catatan kita harus percaya diri dulu dengan diri sendiri dan jangan sekali-kali membaca sebuah buku bagian awal dan akhirnya aja, karena tiap lembar buku adalah penting, biar kita ga sembarangan ambil kesimpulan, biar kita ga cuma fasih dan sering mengucapkan assalamualaikum, astarfirullah atau simbol lainnya. makna… bukan sekedar kata-kata atau pun selembar kain penutup rambut sebagai identitas religius.

ketika ku ingin menyebut namamu bukan karena surga atau nerakamu, tapi karena engkau… hanya karena engkau…

-rasp-

badan gue lagih sakit, tapi si ibu imas menghilang ke subang :(

Posted by: vremya | March 10, 2009

Aroma

frame2 Mendaki kecuraman anak tangga waktu, tak ada keluh untuk peluh… demi aroma esok di ujung sana, yang terendus namun samar.

Aku gantungkan bingkai harapan di dinding hatiku, berdampingan dengan bingkai hadiahmu yang lalu.

Aku tak biasa jatuh cinta seperti biasanya, mungkin salahku… aku selalu seorang bella yang jatuh cinta kepada seorang edward.


-rasp- seseorang yang ku temui sabtu lalu, membuatku terperangah…

Older Posts »

Categories